Artikel

Tampilkan postingan dengan label Manajerial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajerial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2020

PGTS at The MoMenT....

PGTS dalam suasana WFH
(Catatan Kecil )




Sejak diberlakukan WFH pertengahan Maret 2020, sebagai antisipasi pencegahan meluasnya penyebaran COvid-19, maka aktifitas pembelajaran di sekolah otomatis tidak bisa berlangsung secara Tatap muka , dan diganti dengan pembelajaran berbasis online /daring.  Sekolah yang untuk jangka waktu tertentu tidak ada aktifitas pembelajaran di sekolah maka Perawatan Gedung dan Taman Sekolah (PGTS) bisa dijadikan salah satu  aktifitas yang menyenangkan. Untuk menjaga agar sarana dan prasarana sekolah dapat terjaga dan terpelihara dengan baik, tentu dibutuhkan penanganan tangan tangan yang cekatan, teliti dan cermat. Nah, tenaga yang menangani terkait PGTS inilah yang berperan penting untuk terciptanya suasana lingkungan yang selalu terjaga kebersihannya, kemanfaatan dan fungsi dari sarana prasarana yang tersedia sehingga ketika nanti dipakai selalu dalam kondisi terbaik dan layak untuk dapat digunakan. Kepala sekolah sebagai manajer tentu dapat memanfaatkan moment ini dengan sebaik baiknya dan dapat mengatur agar layanan pendidikan ke peserta didik lancar dan juga terkait penjagaan lingkungan sekolah yang selalu dalam kondisi bersih, terjaga, aman , nyaman dan terkondisikan. 
Salah satu Kegiatan PGTS di SMP Negeri 1 Adimulyo selama masa WFH ( Work From Home) adalah :
1. Merestorasi Kantin Sekolah dan pembuatan Ruang Aktualisasi Siswa (Ruang Santai)
2. Pembuatan Hand Washer ( Tempat Cuci Tangan ) di beberapa titik lokasi
3. Normalisasi Saluran Sanitasi dan irigasi

Minggu, 05 April 2020

Blended Learning for WFH in SPENSAYO

Blended Learning at WOrk From Home ala SPENSAYO





Pada awal merebaknya Pandemi Covid-19, utamanya sampai dengan awal bulan Maret 2020 yang dipandang sangat urgen untuk mencegah penyebaran yang lebih luas di tengah masyarakat Pemerintah melalui Kemdikbud merespon dengan mengeluarkan edaran yang mengharuskan siswa untuk belajar mandiri di rumah menggunakan jalur online. dan ini direspons oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dengan mengeluarkan turunannya. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk para stake holder pendidikan utamanya guru agar mampu berkreasi dan berinovasi menciptakan layanan pendidikan ke peserta didik menggunakan aplikasi LMS yang selama ini belum optimal penggunaannya. 


Selama ini masih jarang ditemukan guru yang secara konsisten menggunakan LMS untuk pembelajarannya. LMS semacam edmodo, google classroom, schology, genio, zenius, belumlah membudaya dan masih asing di sebagian besar guru guru kita. Layanan pembelajaran daring sebenarnya sudah disedikan Kemdikbud di laman rumah belajar di https://belajar.kemdikbud.go.id/ dan ada beberapa yang berbayar seperti ruang guru, quiperschool dan sejenisnya. Masalah yang terjadi selama ini antara lain : pemanfaatan HP untuk pembelajaran masih sangat minim, banyak sekolah yang menerapkan larangan HP dibawa ke sekolah, demikian juga banyak tersedia LMS (learning management system) pendukung pembelajaran yang masih minim dikenal dan jarang

Sabtu, 30 November 2019

ParadiGma Kepemimpinan KS

Paradigma Kepemimpinan Kepala Sekolah
di Era Digital
(catatan kecil-ku)



Sejalan dengan Pidato bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru baru ini, Bang Nadiem Makarim, terkait paradigma Kepemimpinan Kepala Sekolah, Paradigma Kepala sekolah di zaman ini haruslah menyesuaiakan dengan perkembangan zaman, apalagi sekarang era digital yang begitu cepat menghadirkan perubahan, Kepala sekolah harus bisa menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu. tantangan dunia pendidikan adalah orientasi masa depan. bagaimana menhadirkan layanan pendidikan bagi peserta didik yang dibutuhkan masa depan. Siswa harus dibekali dengan ilmu dan pengetahuan yang yang mumpuni sesuai dengan karakter dan kebutuhan masa depannya. Disela sela program pemenuhan layanan mutu 8 SNP, Kepala sekolah harus mempunyai kompetensi yang jelas dalam mensinergikan resource sumberdaya manusia (GTK) dengan sarana prasarana yang dimiliki oleh sekolah. Kompetensi KS akan  Creativity, Colaboraty, Communications, Critical thingking, computing logic, Compasion (kasih sayang /suasana kebatinan),menjadi menu wajib dan KS harus berani dinterogasi , diajak diskusi , dan komunikasi oleh stakeholder sekolah untuk kebutuhan menyiapkan tantangan masa depan.


Paradigma Kepemimpinan yagng harus dilakukan oleh Kepala Sekolah:
1. Kepemimpinan KS  berubah dari Penguasa menjadi Kepemimpinan yang melayani.
    Dalam keseharian mari awali ketika meeting dengan  coba bertanya "äpakah saya telah membantu kerjaan anda(GTK) '' bagaimana saya harus membantu anda agar anda kompeten terhadap tugas dan tanggungjawab pekerjaan anda?
jadi KS berusaha melayani apa yang dibutuhkan demi terlaksananya program sekolah yang bermutu


2. Filtering aktivitas, program, usulan, keputusan terhadap program,
KS dalam keseharian tentu akan berhadapan dengan berbagai macam program sekolah baik yang terencana dengan jelas maupun insidental. Ketika Program akan dijalankan silakan difilter dulu dengan cara  coba ditanya "Apa  DAMPAK bagi end user (siswa)?" Jika dampaknya banyak positif silakan program dijalankan, tetapi jika dampak bagi anak ternyata tidak signifikant maka program bisa dicancel/ditunda bahkan dibatalkan.

3. Bagaimana Pemimpin selalu menjadi  lebih baik,
KS selalu berupaya untuk berinovasi dan berkreasi mengahdirkan program program yang dapat dinikmati oleh warga sekolah, tetapi prinsipya adalah beri Ruang Kreativitas buat Guru, Buat suasana Aman, dan Nyaman untuk GTK berani mencetuskan ide kreasi.

Minggu, 29 September 2019

Bimbingan Teknis Akreditasi

Prepare Akreditasi Sekolah
"Menuju Sekolah Bermutu"



Memasuki akhir bulan September 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Bimbingan Teknis Akreditasi untuk sekolah Jenjang Dikdas (SD-SMP/MTs) yang telah memasuki babak baru dengan berakhirnya periode Akreditasi tahun 2013, 2014 dan 2015. Bimbingan Teknis Akreditasi dilaksanakan tanggal 27-28 September 2019, jenjang SMP/MTs bertempat di Resto dan Hotel Candisari Karanganyar Kebumen dengan narasumber Pengawas Dikdasmen Kebumen. Peserta dari masing-masing sekolah berjumlah 5 orang yang berasal dari perwakilan kordinator 5 Standar Nasional Pendidikan. 
Pembukaan dimulai pukul 08.00 hari Jumat, 27 September 2019 dibuka dengan Kebijakan Disdik Kebumen oleh Bapak H.Agus Sunaryo, M.Pd  selaku Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan masuk per kelas yang terdiri dari beberapa sekolah. Didalam kelas kelas peserta bintek mengawali  dengan mengerjakan Pretest untuk mengetahui kemampuan awal peserta bintek. Setelah prestes dilanjutkan dengan sesion demi sesion paparan materi dan pemberian tugas terkait pemenuhan 8 SNP yang ada di indikator akreditasi. 
Pemahaman terkait akreditasi perlu disampaiakan diawal yaitu :

  • Akreditasi merupakan Penilaian terhadap kelayakan lembaga.
  • Hasil Akreditasi akan menentukan tingkat kualifikasi kelayakan penyelenggaraan suatu lembaga/sekolah.
  • Hasil Akreditasi akan menentukan pencitraan dan harga diri  suatu  lembaga pendidikan.

Tujuan Akreditasi Sekolah , adalah untuk :

  1. Memberikan informasi tentang kelayakan S/M atau program yang dilaksanakannya berdasarkan SNP;
  2. Memberikan pengakuan peringkat kelayakan;
  3. Memetakan mutu pendidikan berdasarkan SNP; dan
  4. Memberikan pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Perangkat Akreditasi yang perlu kita pahami ada 4, yaitu :
1. Intrumen Akreditasi Sekolah
2. Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi
3. Instrumen Pengumpulan Data Informasi Pendukung Akreditasi ( IPDIP)
4. Teknik Pensekoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi

Mengenal Sejarah Perubahan  Instrumen Akreditasi
Akreditasi sekolah secara umum terbagi 3 fase:

  1. Fase-1. Fase pertama terjadi ketika Direktorat Sekolah Swasta melakukan akreditasi terhadap sekolah-sekolah swasta. (sebelum Th.2004)
  2. Fase-2. terjadi ketika Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS) melakukan akreditasi terhadap semua sekolah, baik negeri maupun swasta berdasar 9 (sembilan) komponen penyelenggaraan sekolah. (2004 – 208)
  3. Fase-3 ditandai dengan pelaksanaan akreditasi sekolah oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan instrumen yang disusun berdasarkan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP). Tahun 2009 – sekarang


     Bersambung...



Minggu, 08 September 2019

Tips Pleno Komite Sekolah

PROGRAM PENINGKATAN MUTU SEKOLAH
(Pleno Komiet Sekolah)


Sejak bulan Juli 2019, adalah awal masuk tahun pelajaran baru 2019/2020. Banyak sekolah yang belum melakukan Rapat Pleno dengan Komite sekolah dan wali peserta didik. Memasuki bulan ini September adalah Musim Pleno komite sekolah setelah kegiatan PBM berjalan dari tahun pelajaran baru. Ada beberapa hal yang bisa mejadi pedoman penyelenggaraan Pleno Komite sekolah. Langkah yang kami ambil untuk menghadapi Pleno Komite Sekolah adalah melihat raport mutu terkait pemenuhan 8 SNP, Sekolah pasti punya SPMI, system penjaminan mutu internal berupa target pemenuhan 8 SNP, kemudian lakukan :

1. Adakan pemetaan dari masing-masing Skor/ Nilai Ketercapaian Rapor Mutu PMP sekolah.
2. Buat program yang sesuai dengan Hasil Rapor Mutu PMP.
3. Program itu  dibuat RKS atau telaah RKS (program 4 tahunan) bagi yang telah ada, kemudian tuangkan kedalam RKT(program tahunan).

Selasa, 03 September 2019

Kesalahan Umum Kepala Sekolah

Salahnya Kepala Sekolah 

Seri Pengelolaan Sekolah Bagian -1
resensi buku karya Maya H


Pembuka...

Di era globalisasi saat ini, perkembangan iptek memberikan dampak perubahan besar yang terjadi di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan teknolgi juga bidang pendidikan. Agar mampu berdaya saing tinggi maka bidang pendidikan harus diperjuangkan untuk mencapai tujuan NAsional sesuai UU RI no.20 tahun 2003 yaitu dengan seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan, yakni dengan menerapkan Manajemen pendidikan. Tujuan dan manfaat dari manajemen pendidikan adalah (1).terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan efektif serta menyenangkan, (2) terciptanya peserta didik yang aktif mengembangakan dirinya disamping memiliki kekuatan spritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan dan akhlak mulia, serta ketrampulan diri yang dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa dan negara, (3) terpenuhinya kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, (4) tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien, (5) terbekalinya tenaga kependidikan bekerja profesional, (5) tidak terkendalanya penndidikan oleh masalah mutu pendidikan.
Selama ini lembaga penndidikan yang concern terhadap peningkatan dan berusaha mewujudkan tujuan pendidikan adalah SEKOLAH. di sekolah inilah para pendidik dan peserta didik dapat melakukan aktivitas proses belajar mengajar dan proses pengembangan sumberdaya manuasia secara intensif dan efisien. tetapi disisi lain sekolah sebagai lembaga pencetak kepribadian dan penghasil sumberdaya yang bermutu masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang cukup krusial dalam perspektif manajemen seperti :
1. sikap mental para pengelola pendidikan, yang dipimpin hanya bergerak karena menerima perintah dari atasan bukan karena adanya rasa tanggung jawab. begitu pula yang memimpin, sebagai pemimpin mereka tidak diberi kepercayaan, kebebasan berinisiatif, dan mendelegasikan wewenang.
2. tidak adanya tindak lanjut dari evaluasi program. hampir semua program dimonitor dan dievaluasi dengan baik, namun tindak lanjjjutnya tidak dilaksanakan, akibatnya pelaksanaan pendidikan selanjutnya TIDAK ditandai oleh adanya peningkatan mutu.
3. gaya kepemimpinan yang tidak mendukung. pada umumnya pimpinan kurang menunjukan pengakuan dan penghargaan terhadap keberhasilan kerja staf-nya, hal ini menyebabkan staf bekerja tanpa ada motivasi
4. kurangnya rasa memiliki dari pelaksana pendidikan. Perencanaan strategis yang kurang dipahami oleh pelaksana dan komunikasi dialogis yang kurang terbuka membuat proses pendidikan terganggu. Prinsip 'melakukan sesuatu secara benar dari awal' belum membudaya. orang cenderung bergerak kalo masalah sudah muncul.

Berbagai permasalahan yang ada akan mampu ditangani oleh pemimpin yang kompeten. pemimpin itu adalah Kepala Sekolah. menurut konsep manajemen kualitas, kriteria kepemimpinan yang efektif adalah pemimpin yang sangat sensitif peka terhadap perubahan dan melakukan pekerjaannya secara terfokus. Memimpin berarti menentukan hal-hal yang tepat untuk dikerjakan, menciptakan dinamika organisasi yang dikehendaki agar semua orang memberikan komitmen, serta bekerja penuh semnagat dan antusius untuk mewujudkan hal yang ditetapkan. memimpin berarti juga dapat mengomunikasikan visi dan prinsipnya kepada guru dan stake holder sekolah.
namun dalam kenayataannya masih sering terlihat beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Kepala sekolah seperti :
1.memimpin dengan visi dan misi yang lemah
2.memimpin tapi  miskin Inovasi
3.belum mau dan tidak mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran
4.memimpin tanpa mempedulikan jejaring sosial kemasyarakatan
5.tidak menyediakan ruang kreatif bagi guru dan siswa dan tidak peka dalam menjadikan konflik untuk kemajuan sekolah



itulah KESALAHAN KEPALA SEKOLAH....

Nah Solusinya bagaimana...?

tunggu yaaaa.....






Jumat, 26 Juli 2019

Diklat Penguatan KS

DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH 
KEBUMEN

"sebuah catatan Harian KS"



Kegiatan Diklat Kepala Sekolah ini sebagai respon atas diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai kepala Sekolah namun belum memiliki STTPP CKS,tetap mendapatkan haknya tetapi kepala sekolah tersebut harus mengikuti dan lulus Diklat Penguatan Kepala Sekolah jadi  Permendikbud ini mewajibkan kepada kepala sekolah yang sudah menjabat sebelum diterbitkannya peraturan tersebut untuk mengikuti Diklat Penguatan KS dengan durasi 71 jam.


Pada tahun 2019, pertama kalinya Kabupaten Kebumen mendapat kehormatan menjadi peserta diklat penguatan KS tahap 1 yang diselenggarakan oleh  LPPKS langsung menggunakan dana APBN.
pada tahap 1 dipanggil 200 KS dari jenjang dikdas SD dan SMP baik negeri maupun swasta mengikuti diklat penguatan KS bertempat di HOTEL GRAND HAP dan HOTEL LOR IN Surakarta. Pada tahap 1 ini porsi KS SMP mendapat alokasi 1 kelas sejumlah 40 orang. 

Saya menjadi salah satu bagian dari 40 orang ini yang mendapat kesempatan mengikuti diklat ini. Narasumber pada kegiatan ini kolaborasi dari para WI LPPKS dan Pengawas yang Kompeten dan telah mendapatkan pembekalan untuk pengimbasan materi-materinya. Tujuan dari Diklat Penguatan KS ini adalah untuk memperdalam kemampuan KS dalam memimpin dan mengelola satuan pendidikannya, serta memiliki performa sebagai KS bagi seluruh warga sekolah, dan secara khusus bertujuan agar KS mampu (1) memimpin dan mengelola sekolah, (2) menguasai seluruh kompetensi yang harus dimiliki oleh KS dalam menjalankan tugasnya, (3) menumbuhkembangkan sikap, pengetahuan, dan etrampilan pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial, (4) memiliki performa sebagai KS yang profesional bagi seluruh

PPDB Online di Masa CoviD-19

PPDB Online di Masa COVID-19 (PPDB SPENSAYO) Tanpa terasa, masa covid-19 masih berlangsung ditengah-tengah Pemerintah menyi...