Artikel

Minggu, 05 April 2020

Blended Learning for WFH in SPENSAYO

Blended Learning at WOrk From Home ala SPENSAYO





Pada awal merebaknya Pandemi Covid-19, utamanya sampai dengan awal bulan Maret 2020 yang dipandang sangat urgen untuk mencegah penyebaran yang lebih luas di tengah masyarakat Pemerintah melalui Kemdikbud merespon dengan mengeluarkan edaran yang mengharuskan siswa untuk belajar mandiri di rumah menggunakan jalur online. dan ini direspons oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dengan mengeluarkan turunannya. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk para stake holder pendidikan utamanya guru agar mampu berkreasi dan berinovasi menciptakan layanan pendidikan ke peserta didik menggunakan aplikasi LMS yang selama ini belum optimal penggunaannya. 


Selama ini masih jarang ditemukan guru yang secara konsisten menggunakan LMS untuk pembelajarannya. LMS semacam edmodo, google classroom, schology, genio, zenius, belumlah membudaya dan masih asing di sebagian besar guru guru kita. Layanan pembelajaran daring sebenarnya sudah disedikan Kemdikbud di laman rumah belajar di https://belajar.kemdikbud.go.id/ dan ada beberapa yang berbayar seperti ruang guru, quiperschool dan sejenisnya. Masalah yang terjadi selama ini antara lain : pemanfaatan HP untuk pembelajaran masih sangat minim, banyak sekolah yang menerapkan larangan HP dibawa ke sekolah, demikian juga banyak tersedia LMS (learning management system) pendukung pembelajaran yang masih minim dikenal dan jarang

Rabu, 19 Februari 2020

ANNIVERSARY 41TH SPENSAYO

HAPPY ANNIVERSARY
 SPENSAYO 41th



Empat puluh satu tahun perjalanan SMP Negeri 1 Adimulyo dalam mengabdikan diri di bidang pendidikan merupakan usia yang panjang dan matang bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mencapai predikat nama baik dan nama besar. Kemampuan SMP Negeri 1 Adimulyo dalam menjaga dan mengatur ritme dan strategi untuk terus mempertahankan kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu lembaga pendidikan yang senantiasa mencetak prestasi gemilang dan menyumbangkan alumni yang cerdas, tangguh , dan mumpuni. di tingkat daerah, regional, nasional maupun internasional.
Untuk itu, pada usia empat puluh satu tahun ini SMP Negeri 1 Adimulyo menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun sebagai langkah taktis yang ditujukan kepada masyarakat luas untuk mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan SMP Negeri 1 Adimulyo. Selain itu, kegiatan ini diproyeksikan untuk menggalang peran serta alumni,

Kamis, 05 Desember 2019

Sekolah Ramah Anak

MENUJU SEKOLAH  RAMAH ANAK
(Bentuk Pemenuhan dan Perlindungan Anak)




PENGERTIAN 

Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya serta mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

Sabtu, 30 November 2019

ParadiGma Kepemimpinan KS

Paradigma Kepemimpinan Kepala Sekolah
di Era Digital
(catatan kecil-ku)



Sejalan dengan Pidato bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru baru ini, Bang Nadiem Makarim, terkait paradigma Kepemimpinan Kepala Sekolah, Paradigma Kepala sekolah di zaman ini haruslah menyesuaiakan dengan perkembangan zaman, apalagi sekarang era digital yang begitu cepat menghadirkan perubahan, Kepala sekolah harus bisa menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu. tantangan dunia pendidikan adalah orientasi masa depan. bagaimana menhadirkan layanan pendidikan bagi peserta didik yang dibutuhkan masa depan. Siswa harus dibekali dengan ilmu dan pengetahuan yang yang mumpuni sesuai dengan karakter dan kebutuhan masa depannya. Disela sela program pemenuhan layanan mutu 8 SNP, Kepala sekolah harus mempunyai kompetensi yang jelas dalam mensinergikan resource sumberdaya manusia (GTK) dengan sarana prasarana yang dimiliki oleh sekolah. Kompetensi KS akan  Creativity, Colaboraty, Communications, Critical thingking, computing logic, Compasion (kasih sayang /suasana kebatinan),menjadi menu wajib dan KS harus berani dinterogasi , diajak diskusi , dan komunikasi oleh stakeholder sekolah untuk kebutuhan menyiapkan tantangan masa depan.


Paradigma Kepemimpinan yagng harus dilakukan oleh Kepala Sekolah:
1. Kepemimpinan KS  berubah dari Penguasa menjadi Kepemimpinan yang melayani.
    Dalam keseharian mari awali ketika meeting dengan  coba bertanya "äpakah saya telah membantu kerjaan anda(GTK) '' bagaimana saya harus membantu anda agar anda kompeten terhadap tugas dan tanggungjawab pekerjaan anda?
jadi KS berusaha melayani apa yang dibutuhkan demi terlaksananya program sekolah yang bermutu


2. Filtering aktivitas, program, usulan, keputusan terhadap program,
KS dalam keseharian tentu akan berhadapan dengan berbagai macam program sekolah baik yang terencana dengan jelas maupun insidental. Ketika Program akan dijalankan silakan difilter dulu dengan cara  coba ditanya "Apa  DAMPAK bagi end user (siswa)?" Jika dampaknya banyak positif silakan program dijalankan, tetapi jika dampak bagi anak ternyata tidak signifikant maka program bisa dicancel/ditunda bahkan dibatalkan.

3. Bagaimana Pemimpin selalu menjadi  lebih baik,
KS selalu berupaya untuk berinovasi dan berkreasi mengahdirkan program program yang dapat dinikmati oleh warga sekolah, tetapi prinsipya adalah beri Ruang Kreativitas buat Guru, Buat suasana Aman, dan Nyaman untuk GTK berani mencetuskan ide kreasi.

Jumat, 22 November 2019

Baju Adat Khas Kebumen


Spensayo Suport Baju Adat Kebumen 
(Tiap tanggal 21)



Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, meluncurkan busana adat untuk pertama kalinya. dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi Kebumen ke-390 secara resmi dilakukan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfud.

Penggunaan pakaian adat yang merupakan ciri khas kebudayaan masyarakat Kabupaten Kebumen ini kemudian diatur dalam Peraturan Bupati Kebumen Nomor 35 Tahun 2017 tentang Pakaian Adat Khas Kebumen. Karakteristik busana adat Kebumen banyak dipengaruhi oleh budaya Mataram Yogyakarta tapi dengan ciri khusus lain yang disematkan. Busana adat khas Kebumen mengusung konsep kembali ke alam dengan potensi pertanian agraris dilambangkan dengan motif sekar jagad, Ki Bumi atau Kebumen dilambangkan dengan warna beskap cokelat tanah kehijauan atau ijo tembelek lancung, kelapa, kopra dan gula dilambangkan dengan stagen warna hitam bagi wanita dan sabuk kopel bagi pria.

Secara detail, busana untuk pria terdiri atas surjan lengan panjang dengan kerah berdiri bermotif lurik kecil cokelat tanah kehijauan. Untuk celana panjang, terlihat komprang dan berwarna hitam dengan lancingan bebed panjen kain batik kebumen motif jagatan latar putih. Sedangkan penutup kepala berbentuk segitiga dengan warna dasar merah kecoklatan dibingkai batik motif modang.

Pada penutup kepala atau meretan juga melekat gambar lawet berwarna hitam yang merupakan ikon Kebumen di setiap ujungnya dengan gambar lebih besar pada ujung segitiga dan cucuk atau paruh lawet menghadap ke depan. Alas kaki yang digunakan pun berupa sandal bandol (ban bodol) warna hitam yang merupakan sandal khas dari Kebumen.

Adapun busana adat untuk wanita berupa kebaya kartini lengan panjang warna cokelat kehijauan yang dipadukan dengan bawahan kain batik Kebumen motif jagatan latar putih dengan wiron Mataraman. Untuk alas kaki yang dikenakan berupa sandal selop terbuka warna hitam. Tata rambut sendiri berbentuk sanggul dan bagi yang berhijab mengenakan kerudung warna krem.

Secara umum memang pakaian adat Jawa ya hampir sama seperti Solo dan Yogya, namun Kebumen punya ciri khas lain. Pakaian adat ini nantinya akan dipakai setiap ada acara tertentu seperti hari jadi serta tanggal 21 setiap bulannya.
 Bagaimana Keseruan pakaian adat Kebumen di SMP Negeri 1 Adimulyo...?
mari kita lihat..











Minggu, 29 September 2019

Bimbingan Teknis Akreditasi

Prepare Akreditasi Sekolah
"Menuju Sekolah Bermutu"



Memasuki akhir bulan September 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Bimbingan Teknis Akreditasi untuk sekolah Jenjang Dikdas (SD-SMP/MTs) yang telah memasuki babak baru dengan berakhirnya periode Akreditasi tahun 2013, 2014 dan 2015. Bimbingan Teknis Akreditasi dilaksanakan tanggal 27-28 September 2019, jenjang SMP/MTs bertempat di Resto dan Hotel Candisari Karanganyar Kebumen dengan narasumber Pengawas Dikdasmen Kebumen. Peserta dari masing-masing sekolah berjumlah 5 orang yang berasal dari perwakilan kordinator 5 Standar Nasional Pendidikan. 
Pembukaan dimulai pukul 08.00 hari Jumat, 27 September 2019 dibuka dengan Kebijakan Disdik Kebumen oleh Bapak H.Agus Sunaryo, M.Pd  selaku Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan masuk per kelas yang terdiri dari beberapa sekolah. Didalam kelas kelas peserta bintek mengawali  dengan mengerjakan Pretest untuk mengetahui kemampuan awal peserta bintek. Setelah prestes dilanjutkan dengan sesion demi sesion paparan materi dan pemberian tugas terkait pemenuhan 8 SNP yang ada di indikator akreditasi. 
Pemahaman terkait akreditasi perlu disampaiakan diawal yaitu :

  • Akreditasi merupakan Penilaian terhadap kelayakan lembaga.
  • Hasil Akreditasi akan menentukan tingkat kualifikasi kelayakan penyelenggaraan suatu lembaga/sekolah.
  • Hasil Akreditasi akan menentukan pencitraan dan harga diri  suatu  lembaga pendidikan.

Tujuan Akreditasi Sekolah , adalah untuk :

  1. Memberikan informasi tentang kelayakan S/M atau program yang dilaksanakannya berdasarkan SNP;
  2. Memberikan pengakuan peringkat kelayakan;
  3. Memetakan mutu pendidikan berdasarkan SNP; dan
  4. Memberikan pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Perangkat Akreditasi yang perlu kita pahami ada 4, yaitu :
1. Intrumen Akreditasi Sekolah
2. Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi
3. Instrumen Pengumpulan Data Informasi Pendukung Akreditasi ( IPDIP)
4. Teknik Pensekoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi

Mengenal Sejarah Perubahan  Instrumen Akreditasi
Akreditasi sekolah secara umum terbagi 3 fase:

  1. Fase-1. Fase pertama terjadi ketika Direktorat Sekolah Swasta melakukan akreditasi terhadap sekolah-sekolah swasta. (sebelum Th.2004)
  2. Fase-2. terjadi ketika Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS) melakukan akreditasi terhadap semua sekolah, baik negeri maupun swasta berdasar 9 (sembilan) komponen penyelenggaraan sekolah. (2004 – 208)
  3. Fase-3 ditandai dengan pelaksanaan akreditasi sekolah oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan instrumen yang disusun berdasarkan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP). Tahun 2009 – sekarang


     Bersambung...



Minggu, 08 September 2019

Tips Pleno Komite Sekolah

PROGRAM PENINGKATAN MUTU SEKOLAH
(Pleno Komiet Sekolah)


Sejak bulan Juli 2019, adalah awal masuk tahun pelajaran baru 2019/2020. Banyak sekolah yang belum melakukan Rapat Pleno dengan Komite sekolah dan wali peserta didik. Memasuki bulan ini September adalah Musim Pleno komite sekolah setelah kegiatan PBM berjalan dari tahun pelajaran baru. Ada beberapa hal yang bisa mejadi pedoman penyelenggaraan Pleno Komite sekolah. Langkah yang kami ambil untuk menghadapi Pleno Komite Sekolah adalah melihat raport mutu terkait pemenuhan 8 SNP, Sekolah pasti punya SPMI, system penjaminan mutu internal berupa target pemenuhan 8 SNP, kemudian lakukan :

1. Adakan pemetaan dari masing-masing Skor/ Nilai Ketercapaian Rapor Mutu PMP sekolah.
2. Buat program yang sesuai dengan Hasil Rapor Mutu PMP.
3. Program itu  dibuat RKS atau telaah RKS (program 4 tahunan) bagi yang telah ada, kemudian tuangkan kedalam RKT(program tahunan).

PPDB Online di Masa CoviD-19

PPDB Online di Masa COVID-19 (PPDB SPENSAYO) Tanpa terasa, masa covid-19 masih berlangsung ditengah-tengah Pemerintah menyi...